7 Alasan Mengapa Setiap Orang Harus Menulis

7 Alasan Menulis Bagi Setiap Orang- Menulis bukan hanya dominasi dari orang yang berbakat menulis saja. Setiap orang memiliki hal unik yang bisa dituliskan, terelpas apapun profesi mereka.

Jika kamu adalah seorang guru, kamu bisa menulis buku pelajaran dengan topik sesuai dengan bidang yang kamu kuasai.

Jika kamu seorang perawat, kamu bisa menulis tentang bidang medis atau pengalaman pribadi selama bergelut di dunia medis.

alasan menulis oleh indriani taslim
Photo by Kaleidico on Unsplash

Bahkan jika kamu tidak memiliki pekerjaan apapun, pasti ada hal yang kamu sukai baik itu hobi, passion, whatever kamu menyebutnya apa. Pasti ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan kepada dunia.

Begitu juga dengan saya, di usia menginjak kepala tiga ini, saya sudah menekuni beberapa pekerjaan yang berbeda-beda.

Kerja kantoran pernah, jadi pengajar pernah, jadi remote worker pernah, freelancer pernah, jadi sales pernah, wirausaha kerajinan tangan pernah, dagang toko kelontong pernah, emak olshop palugada pernah, ibu rumah tangga juga pernah.

Yang belum pernah mungkin jadi petani dan BMI. Haha.

Nah, dari sekian banyak profesi yang pernah saya geluti, hampir semuanya menarik untuk ditulis. Oleh karena itu saya selalu memperkenalkan diri saya sebagai penulis, bukan dengan profesi yang saya jalani.

Karena saya yakin, identitas penulis akan tetap melekat pada diri kita, selama kita komitmen untuk terus menulis. Meskipun saya sendiri mengakui bahwa sulit untuk menjadi penulis yang konsisten menulis setiap hari, jika kita masih menggeluti sebuah pekerjaan lain (apapun itu).

Itulah tantangannya : menjadi penulis paruh waktu yang profesional.

Saat ini saya memutuskan untuk menjadi penulis penuh waktu, karena saya menemukan insight bahwa menulis adalah hal penting yang ada dalam hidup saya. Saya ingin hidup sebagai penulis, bukan yang lain.

Karena menulis dengan baik hanya bisa dilakukan jika kita tahu betul arti penting dari menulis itu sendiri. Bukan hanya ikut-ikutan, sekali menulis lalu berhenti.

Atau rajin sekali menulis, tapi tulisannya tidak bermakna dan tidak berdampak bagi pembacanya. Ini sangat disayangkan, karena di dalam diri kita pasti tersimpan ilmu-ilmu yang jika dituliskan akan membawa banyak manfaat.

Nah, supaya kamu terinspirasi untuk segera menulis, apapun status dan pekerjaanmu saat ini, saya akan rangkum dalam 7 alasan menulis berikut ini.

Menulis Itu Membahagiakan

Jika kamu rajin menulis, misalnya menulis blog seperti ini, akan muncul rasa bahagia ketika proses menulis itu terjadi dan saat tulisanmu dibaca oleh banyak orang.

Kebahagiaan karena tulisan kita bisa dinikmati orang lain, merupakan contoh bahwa untuk meraih kebahagiaan bisa dicapai dengan cara yang mudah, murah dan menyenangkan.

Nikmatilah proses menulis yang kamu jalani, dari satu kata ke kata yang lain. Satu kalimat ke kalimat berikutnya. Dari paragraf ke paragraf, lama-lama tulisanmu sudah mencapai ratusan kata hingga ribuan kata.

alasan menulis itu membahagiakan
Photo by Windows on Unsplash

Jika kamu konsisten menulis topik yang sama, mungkin saja tulisanmu bisa dibukukan.

Saya mengenal orang yang awalnya hanya suka menulis tentang kehidupan sehari-hari disekitarnya, dikaitkan dengan sebuah kata (misalnya sabar, syukur, dll).

Ternyata, suatu hari dia mengumpulkan tulisan tersebut, mencetaknya menjadi naskah buku yang utuh dan berhasil diterbitkan oleh penerbit besar!

Luar biasa bukan? Suatu langkah kecil yang bisa menjadi besar. Tentunya, kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bisa melihat tulisan kita berada di rak buku, dibeli dan dibaca oleh ribuan orang.

1. Menulis Itu Mencerdaskan

Seperti yang kita ketahui, saat menulis kita butuh mengisi tangki otak kita dengan perbendaharaan kata yang banyak, serta ilmu-ilmu referensi yang berbobot.

Apa yang kita tuliskan adalah refleksi dari apa yang ada di kepala kita. Jika kita memberikan nutrisi pada otak, maka kita bisa menghasilkan tulisan yang bernutrisi juga.

Jika kita tidak belajar apapun, mustahil bisa menulis yang bagus. Oleh karena itu, menulis mendorong kita untuk terus belajar dan berkembang.

Menulis bisa mencerdaskan kita dan membuat kita semakin bijaksana dari waktu ke waktu.

2. Menulis Itu Memperpanjang Usia

Saya sangat setuju jika menulis bisa memperpanjang usia!

Ada dua hal yang bisa kita tangkap di sini. Menulis bisa memperpanjang usia karena dengan menulis kita bisa menghilangkan stress dan bisa berkenalan dengan banyak orang melalui tulisan.

Menulis bisa menghilangkan stress atau beban pikiran, sehingga kita bisa lebih awert muda dan lebih sehat. Emosi pun bisa dkontrol, jika kita rutin menulis walau hanya 1 paragraf sehari.

Kita menyapa banyak orang dengan tulisan. Itu berarti kita sedang menjalin silaturahim dengan para pembaca kita, bukan? Sedangkan silaturahim sendiri memiliki manfaat untuk memperpanjang usia.

Selain itu, karya kita selama masih ada di muka bumi ini dan dibaca oleh orang lain adalah bentuk perpanjangan usia yang lain. Banyak penulis yang sudah meninggal berabad-abad yang lalu, namun masih kita kenal namanya berkat karya tulisnya yang bisa kita baca hingga hari ini.

Menulislah, maka kita akan diingat sepanjang masa.

3. Menulis Itu Mengikat Ilmu

Sudah berapa lama kamu belajar?

Bukan hanya di sekolah saja ya, tapi juga belajar dari pengalaman hidup. Saya sendiri menghabiskan waktu selama 18 tahun untuk belajar di sekolah dan bangku kuliah. Jika kamu sudah kuliah S2 atau S3, pastinya waktunya lebih panjang lagi, ya?

Nah, jika sudah selama itu belajar tapi tetap belum menulis, kan aneh?

Ilmu yang sudah kita terima begitu banyak. Bahkan jika kamu tidak sekolah formal, kamu menimba ilmu di pesantren, dari buku, artikel di internet, video, dan kisah yang kamu jalani sehari-hari. Itu semua adalah ilmu yang bisa kamu ikat dengan menulisnya.

Saya sendiri mendapatkan banyak ilmu justru setelah selesai kuliah. Saya bekerja secara freelance di bidang penulisan artikel.

menulis bisa juga karena pekerjaan
Photo by Mikey Harris on Unsplash

Saya juga bekerja sebagai web content writer sebagai karyawan penuh waktu. Saya juga menulis buku fiksi. Saya menyukai semua pekerjaan yang berkaitan dengan menulis, walau kadang alasan menulisnya karena tuntutan pekerjaan.

Itu semua saya dapatkan ilmunya diluar sekolah. Artinya, kita hanya perlu peka melihat sekitar, menyerap ilmu dan menuangkannya ke dalam tulisan yang bagus.

Percayalah, kita diberikan ilmu bukan hanya untuk ditimbun. Tapi ilmu yang kita punya akan berkembang dan berbuah jika kita membagikannya kepada orang lain. Khususnya di sini melalui media tulisan.

Yang ditulis, yang mengabadi.

Jangan sia-siakan ilmumu hilang tak berbekas karena kamu tidak mau menuliskannya.

4. Menulis Itu Memberi Manfaat

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Jika kamu menulis, maka kamu sedang memberikan manfaat bagi orang lain yang membutuhkan pencerahan akan suatu topik.

Mulailah dari sesuatu yang ringan, seperti menceritakan pengalaman, memberikan review suatu produk, menulis cerita pendek, memberikan tips atau panduan, dan lain-lain.

Hal-hal yang menurut kita receh, bisa jadi sangat bermanfaat bagi orang yang membacanya.

Nah, saat kita memberikan manfaat kepada orang lain, kita bisa menjadi sebaik-baik manusia.

Menulis adalah cara yang mudah untuk menjadi sebaik-baik manusia, karena kita bisa berbagi manfaat kepada jutaan manusia dengan tulisan kita.

5. Menulis Itu Menyembuhkan

Banyak orang yang memilih media tulisan untuk “menyembuhkan” diri dari berbagai penyakit. Baik itu penyakit fisik maupun mental, menulis menjadi sarana yang baik untuk menyembuhkan luka batin.

Jika kamu merasa terpuruk, banyak cobaan yang menghimpit, dan tidak ada teman untuk berkeluh-kesah, cobalah untuk menulis. Duduk dengan tenang di tempat yang kamu suka, lalu tuliskan semua hal yang membuatmu resah.

Tulislah semuanya secara bebas, tanpa peduli pada kesalahan tulis/ketik, struktur kalimat, dan isi dari tulisanmu. Bebaskan saja. Jadikan menulis sebagai terapi penyembuhan yang bisa mengantarmu lebih tenang dan nyaman.

Saya pun sering mempraktekkannya dan berhasil.

Awalnya, saya menuliskan berbagai kekesalan dalam dada, meracau, dan menulis tanpa mempedulikan apapun. Tulisan saya sangat berantakan. Namun saya tidak peduli.

Saya terus menulis. Sambil nangis-nangis pula. Haha.

Tak terasa, sudah 2000 kata saya menulis. Saya mencoba membaca sekali lagi tulisan saya yang berisi curhatan itu, dan menemukan bahwa di tengah-tengah, tulisan saya mulai rapi, terstruktur, dan nyaris tanpa typo!

Paragraf-paragraf akhir malah lebih clear lagi, dan cukup baik untuk ukuran tulisan curhat. Esoknya, saya mencoba menulis lagi, dan tulisan saya sudah tidak sekacau kemarin.

Ini membuktikan bahwa menuliskan hal yang rumit, tentang masalah hidup kita misalnya, bisa menyembuhkan diri kita terutama mental kita. Saat energi negatif tersalurkan, maka kita bisa lebih tenang dan berpikir jernih.

Bagi yang memiliki penyakit fisik, juga bisa mencoba untuk meringankan beban mental akibat penyakit fisik tersebut. Jika mental kita sehat, penyakit fisik pun perlahan sembuh karena kita jadi punya motivasi yang kuat untuk bisa sehat kembali.

6. Alasan Menulis Terbaik : Tulisanmu Berharga

Alasan menulis yang terbaik menurut saya adalah setiap tulisan kita sangat berharga. Mungkin terdengar konyol. Namun, percayalah, saat kita telah tiada, maka tulisan-tulisan kita jadi sangat berharga untuk orang lain.

Berharga bagi pembaca setia, keluarga, dan teman-teman kita. Jika kita meninggal, kita bisa mewariskan sesuatu yang berharga yakni buku-buku yang kita tulis, buah pemikiran kita selama hidup.

Bandingkan saja dengan orang yang tak pernah menulis. Mereka jarang bisa dikenal hingga beberapa generasi berikutnya, karena tak ada warisan berupa tulisan yang bisa dibaca.

Bonus terakhir:

7. Menulis Itu Menghasilkan

Yups. Kamu tidak salah dengar.

Menulis itu sama dengan profesi lainnya, yang jika ditekuni suatu saat akan menghasilkan. Jika kita menulis secara profesional, imbalan yang kita terima bukan hanya apresiasi berupa pujian saja, namun juga uang akan mengalir ke rekening kita.

Saya sudah merasakan imbalan uang atas jerih payah saya menulis, baik itu honor menulis artikel, royalti buku, bekerja penuh waktu sebagai penulis di web perusahaan, dan menulis di media massa.

menulis karena uang
Photo by Darío Martínez-Batlle on Unsplash

Saya tidak akan mengatakan menulis bikin kaya raya (ada juga sih, yang bisa tajir melintir berkat tulisannya yang best seller). Karena uang hanyalah efek dari apa yang telah kita kerjakan.

Makna sesungguhnya dari menulis adalah kita membuat karya yang akan memberikan manfaat bagi orang lain dan juga bagi diri sendiri (bisa memberi penghasilan bagi penulis).

Alasan menulis yang dilandaskan pada uang semata, tidak akan bertahan lama, dan membuat kita bisa berhenti menulis kalau aliran uangnya juga terhenti. Maka dari itu, saya menganggap uang hanya sebagai bonus saja dari apa yang sudah kita upayakan.

Itulah 7 alasan menulis yang bisa membuatmu termotivasi untuk segera mengambil kertas, membuka laptop, atau membuka catatan di smartphone-mu dan segera menuangkan ide-idemu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *